Perkembangan harga di tingkat perdagangan besar pada akhir tahun 2025 menunjukkan adanya tekanan kenaikan yang cukup nyata. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional pada Desember 2025 tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,83 persen secara tahun ke tahun (year-on-year/y-on-y) dibandingkan Desember 2024. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya harga berbagai komoditas di tingkat grosir sebelum sampai ke konsumen akhir.
Salah satu pendorong utama kenaikan IHPB Desember 2025 berasal dari Seksi Hasil Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yang mencatat kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 7,66 persen (y-on-y). Kenaikan ini menunjukkan bahwa harga komoditas pangan dan hasil alam mengalami peningkatan yang cukup signifikan sepanjang satu tahun terakhir. Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada harga di tingkat konsumen, terutama untuk kebutuhan pokok.
Beberapa komoditas yang tercatat mengalami kenaikan harga secara tahunan pada Desember 2025 antara lain beras biasa, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan jagung. Selain komoditas pangan, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas nonpangan seperti SKM (sigaret kretek mesin). Kenaikan harga komoditas-komoditas ini mencerminkan adanya tekanan dari sisi pasokan, distribusi, maupun faktor musiman yang memengaruhi ketersediaan barang di pasar.
Jika dilihat dari pergerakan bulanan, IHPB Umum Nasional pada Desember 2025 juga mengalami kenaikan 0,85 persen secara bulan ke bulan (month-to-month/m-to-m). Sementara itu, secara kumulatif sejak awal tahun atau year-to-date (y-to-d), IHPB tercatat naik 2,83 persen. Pola ini menunjukkan bahwa kenaikan harga di tingkat perdagangan besar terjadi secara bertahap dan konsisten sepanjang tahun 2025.
Selain sektor pertanian, kelompok Bangunan/Konstruksi juga mencatat kenaikan IHPB secara tahunan. Pada Desember 2025, perubahan IHPB kelompok ini tercatat naik 2,06 persen (y-on-y) dibandingkan Desember 2024. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya harga sejumlah bahan bangunan utama, seperti kerikil, batu pecahan, pasir, sirtu (pasir batu), serta kerangka atau kusen pintu dan jendela dari aluminium. Kondisi ini mencerminkan masih tingginya aktivitas konstruksi dan permintaan material bangunan di berbagai wilayah.
Kenaikan IHPB Umum Nasional Desember 2025 menjadi indikator penting bagi pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. IHPB sering digunakan sebagai sinyal awal pergerakan harga di tingkat konsumen serta sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pengendalian inflasi. Dengan memahami perkembangan IHPB, pemerintah dapat mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas strategis.
Peningkatan IHPB pada akhir 2025 menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan distribusi barang masih berjalan aktif. Ke depan, penguatan rantai pasok, kelancaran distribusi, serta pengendalian harga komoditas utama diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.


0 Komentar